Bagi alat penerjemah, hasil scan hanyalah foto. Untuk mengubahnya menjadi dokumen terjemahan dibutuhkan tiga langkah: mengenali teks, menerjemahkan, lalu membangun ulang halamannya.
Anda mengunggah dokumen hasil scan ke penerjemah, dan yang kembali adalah halaman kosong, pesan error, atau tumpukan teks tanpa struktur. Itu bukan salah Anda. PDF hasil scan tidak berisi teks yang bisa dibaca penerjemah — setiap halamannya adalah gambar, foto dari selembar kertas. Google Translate dan sebagian besar alat PDF mentok persis di situ.
Panduan ini menjelaskan cara mengenali hasil scan, cara mana yang benar-benar berhasil, dan bagaimana pada akhirnya Anda mendapat dokumen yang tampak persis seperti aslinya — hanya bahasanya yang berganti.
Buka PDF-nya dan coba blok satu kalimat dengan mouse. Kalau teksnya bisa dipilih dan disalin, itu PDF digital — penerjemah biasa akan berfungsi. Kalau tidak ada yang bisa dipilih (atau seluruh halaman terpilih sebagai satu gambar), itu hasil scan. Hal yang sama berlaku untuk dokumen yang difoto dengan ponsel dan salinan yang diteruskan lewat WhatsApp.
Mengubah hasil scan menjadi dokumen terjemahan butuh tiga langkah. Pertama OCR: pengenalan teks membaca apa yang tertulis di gambar halaman, lengkap dengan posisi tiap barisnya. Kedua, penerjemahan. Ketiga — dan inilah langkah yang dilewati hampir semua alat — teks asli harus dihapus dari gambar halaman dan terjemahannya ditulis ulang di tempat yang sama. Hanya dengan begitu tabel, kolom, stempel, dan baris tanda tangan tetap berada di tempatnya.
Reglyph menjalankan ketiga langkah itu secara otomatis. Anda mengunggah PDF hasil scan (termasuk dari aplikasi pemindai di ponsel), alat mengenali teksnya, menerjemahkannya, dan membangun ulang setiap halaman dengan setia. Tabel anggota di kartu keluarga, pasal bernomor di akta notaris, meterai dan cap basah — semuanya tetap di tempat. Untuk pengecekan ada tampilan dwibahasa yang menempatkan dokumen asli dan terjemahan berdampingan. 5 halaman pertama setiap hari gratis, tanpa kartu kredit; paket berbayar mulai $3.
Kartu keluarga dan KTP, akta kelahiran dan akta nikah (berkas visa), ijazah dan transkrip nilai (kuliah di luar negeri), akta notaris (bisnis dengan mitra asing), SKCK (izin kerja), rekening koran dan slip gaji (bukti dana). Hampir semuanya datang sebagai scan atau fotokopi, dan di hampir semuanya stempel, kotak, dan tabel itu penting.
Untuk kedutaan, pengadilan, kampus di luar negeri, dan instansi pemerintah, biasanya diperlukan terjemahan oleh penerjemah tersumpah dan kadang legalisasi — itu tidak bisa digantikan mesin. Terjemahan mesin yang menjaga tata letak tetap sangat berguna: sebagai draf lengkap yang tinggal diperiksa penerjemah alih-alih memulai dari nol, untuk memahami isi sebelum memesan jasa, dan untuk semua keperluan yang tidak menuntut pengesahan.
Bisa, dengan alat yang OCR-nya sudah terpasang. Reglyph menerjemahkan 5 halaman gratis setiap hari (tanpa kartu kredit), termasuk PDF hasil scan, juga yang dipindai lewat ponsel, dengan tata letak yang dijaga. Google Translate tidak bisa memproses hasil scan; DeepL bisa, tetapi paket gratisnya hanya cukup untuk sedikit sekali berkas.
Ya. Reglyph hanya menghapus teks yang dikenali dari gambar halaman dan menulis terjemahan di tempat yang sama — stempel, meterai, tanda tangan, logo, garis tabel, kode QR, dan angka tetap tidak berubah di posisinya.
Cukup, asal dijadikan PDF dulu: pindai halamannya dengan aplikasi pemindai di ponsel (Catatan di iPhone, Google Drive) atau simpan fotonya sebagai PDF, lalu unggah. Foto yang tajam, selurus mungkin, dan dengan pencahayaan baik sudah memadai. Dokumen cetak memberi hasil paling andal; tulisan tangan yang banyak bisa menyulitkan pengenalan.
Tidak. Untuk keperluan resmi biasanya diminta terjemahan penerjemah tersumpah. Terjemahan mesin cocok sebagai draf dan untuk memeriksa isi lebih dulu.
5 halaman pertama gratis setiap hari, tanpa kartu kredit. Paket berbayar mulai $3.